Selain disebabkan krisis, bangkrutnya 40 koran di Amerika Serikat juga disebabkan lantaran pertumbuhan internet yang semakin besar. Ketidaksiapan mereka mengantisipasi era web 2.0 inilah yang menjadi masalah utamanya. Bukan ketidakmampuan mengadaptasi teknologi internet, tetapi gaya yang diterapkan dalam media online, masih sama dengan gaya yang diterapkan ketika era media cetak.
Demikianlah salah satu ungkapan dari pertemuan industri internasional di Helsinki yang dipaparkan oleh Redaktur Pelaksana New York Times, Jill Abramson, dan Pemimpin Redaksi Slate, Jacob Weisberg.
Meskipun begitu, Mikael Pentikainen, Presiden kelompok berita Sanoma, optimis bahwa permasalahan ini bisa diselesaikan dengan menyediakan secara gratis artikel yang dicetak melalui ranah online.
Berita selengkapnya: Krisis dan Internet Jadi Tamparan Ganda Industri Media Cetak
Filed under: Luar Negeri, Media Cetak , Amerika Serikat, Helsinki, internet, Jacob Weisberg, Jill Abramson, Mikael Pentikainen, New York Times, pertemuan industri internasional, Sanoma, Slate, web 2.0
Stockholm International Peace Research Institute mengumumkan bahwa belanja senjata global dunia tahun 2008 lalu naik 4 persen hingga mencapai US$ 1,4 triliun. Jumlah ini lebih besar 45 persen dari belanja tahun 1999 dan merupakan rekor terbaru.
Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya adalah konsumsi Amerika Serikat. Berikut ini adalah daftar pembeli senjata terbesar di dunia.
- Amerika Serikat – US$ 607 miliar
- Cina – US$ 84.9 miliar
- Prancis – US$ 65.7 miliar
- Inggris – US$ 65.3 miliar
- Rusia – US$ 58.6 miliar
- Jerman – US$ 46.8 miliar
- Jepang – US$ 46.3 miliar
- Italy – US$ 40.6 miliar
- Arab Saudi – 38.2 US$ miliar
- India – US$ 30.0 miliar
Sedangkan produsen senjata paling laris di dunia adalah sebagai berikut:
- Boeing (Amerika Serikat)- US$ 30.5 miliar
- BAE Systems (Inggris) – US$ 29.9 miliar
- Lockheed Martin (Amerika Serikat) – US$ 29.4 miliar
- Northrop Grumman (Amerika Serikat) – US$ 24.6 miliar
- General Dynamics (Amerika Serikat) – US$ 21.5 miliar
- Raytheon (Amerika Serikat) – US$ 19.5 miliar
- EADS (Eropa Barat) – US$ 13.1 miliar
- L-3 Communications (Amerika Serikat) – US$ 11.2 miliar
- Finmeccanica (Italia) – US$ 9.9 miliar
- Thales (Prancis) – US$ 9.4 miliar
Berita selengkapnya:
Filed under: Luar Negeri, Militer , Amerika Serikat, Arab Saudi, BAE Systems, Belanja Senjata Dunia, Boeing, Cina, EADS, Finmeccanica, General Dynamics, India, Inggris, Italy, Jepang, Jerman, L-3 Communications, Lockheed Martin, Northrop Grumman, Prancis, Raytheon, Rusia, Stockholm International Peace Research Institute, Thales
Komentar