Rencana menerima taruna puteri di akademi TNI masih sangat sulit. Salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan adalah faktor nilai budaya ketimuran yang dianut masyarakat Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Komandan Jenderal Akademi TNI, Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono. Faktor budaya ketimuran ini salah satunya mencakup fasilitas yang diperuntukan bagi taruna puteri nantinya. Dimulai dari kamar yang harus terpisah dengan asrama taruna putera, jemuran, hingga aspek olah raga. Intinya, jangan sampai taruna puteri memancing perhatian berlebih dari taruna putera.
Meskipun begitu, masalah pendidikan tidak menjadi soal. Karena pendidikan bagi taruna putera dan taruna puteri adalah sama. Tidak ada perbedaan, baik dari segi perlakuan maupun materi belajar.
Berita Selengkapnya:
Filed under: Indonesia, Militer , akademi TNI, Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono, taruna putera, taruna puteri
Komentar