Kronology

Catatan Peristiwa demi Peristiwa

Helikopter TNI AD Jatuh di Cianjur

Sebuah helikopter TNI AD jenis NBO-105 CB bernomor HS7112 jatuh di kawasan Rawa Beber, Desa Situhiang, Pagelaran, Cianjur Selatan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada pukul 14.05 WIB hari Senin, 8 Juni 2009 lalu. Dari 5 penumpang, 2 tewas di tempat, 1 orang tewas dalam perjalanan dari RSUD Cianjur ke RSPAD, Jakarta, 1 orang masih dalam kondisi kritis, dan lainnya luka ringan.

Helikopter itu mengangkut 5 perwira AD, yaitu: Kolonel Ricky Samuel (Komandan Pusdikpassus Batujajar), Kapten Inf Agung Gunarto (Kepala Seksi Operasi Pusdik Kopassus), Lettu Hadi Isnarto (pilot), Lettu Yuli Sasongko (co pilot), dan Letda Agus Sudarsono. Kolonel Ricky dan Kapten Agung tewas di tempat kejadian. Sedangkan Lettu Yuli meninggal ketika akan dibawa ke RSPAD Jakarta. Saat ini, Lettu Hadi berada di RSPAD Jakarta dan Letda Agus berada di RSHS Bandung. Keduanya masih dirawat secara intensif di kedua rumah sakit tersebut.

Hingga saat ini penyebab kecelakaan diduga akibat cuaca buruk. Namun PT Dirgantara Indonesia, selaku pembuat NBO-105 CB, akan menyelidiki sebab jatuhnya helikopter tersebut.

Pesawat NBO-105 CB sendiri merupakan helikopter yang di tanah air diproduksi PT Dirgantara Indonesia atas lisensi yang diberikan oleh Messershcmitt Bolkow Blohm (BMM) Jerman. Saat ini, PT Dirgantara Indonesia sudah tidak lagi memproduksi helikopter tersebut lantaran lisensinya telah habis tahun 2009 ini.

Berikut deskripsi singkat mengenai NBO-105 CB.

  • Awak: 1 atau 2 pilot
  • Kapasitas: 4 penumpang
  • Panjang: 11.86 m
  • Diameter Rotor: 9.84 m
  • Tinggi: 3.00 m
  • Luas Baling-Baling: 76.05 m2
  • Berat kosong: 1.276 kg
  • Berat take off maksimum: 2.500 kg
  • Mesin: 2 Allison 250-C20B turboshaft, masing-masing 313 kW (420 shp)
  • Kemampuan
    • Kecepatan maksimum: 242 km/h (131 knots, 150 mph)
    • Kecepatan jelajah: 204 km/h (110 knots, 127 mph)
    • Jangkauan: 575 km (310 NM, 357 mi)
    • Ketinggian terbang: 5.180 m (17,000 ft)
    • Kecepatan menanjak: 8 m/s (1,575 ft/min)

Berita Selengkapnya:

Filed under: Indonesia, Militer, NBO-105 CB TNI AD , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Nilai Ketimuran Jadi Pertimbangan Penerimaan Taruna Puteri

Rencana menerima taruna puteri di akademi TNI masih sangat sulit. Salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan adalah faktor nilai budaya ketimuran yang dianut masyarakat Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Komandan Jenderal Akademi TNI, Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono. Faktor budaya ketimuran ini salah satunya mencakup fasilitas yang diperuntukan bagi taruna puteri nantinya. Dimulai dari kamar yang harus terpisah dengan asrama taruna putera, jemuran, hingga aspek olah raga. Intinya, jangan sampai taruna puteri memancing perhatian berlebih dari taruna putera.

Meskipun begitu, masalah pendidikan tidak menjadi soal. Karena pendidikan bagi taruna putera dan taruna puteri adalah sama. Tidak ada perbedaan, baik dari segi perlakuan maupun materi belajar.

Berita Selengkapnya:

Filed under: Indonesia, Militer , , , ,

Total Belanja Senjata Dunia Capai US$ 1,4 Triliun

Stockholm International Peace Research Institute mengumumkan bahwa belanja senjata global dunia tahun 2008 lalu naik 4 persen hingga mencapai US$ 1,4 triliun. Jumlah ini lebih besar 45 persen dari belanja tahun 1999 dan merupakan rekor terbaru.

Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya adalah konsumsi Amerika Serikat. Berikut ini adalah daftar pembeli senjata terbesar di dunia.

  1. Amerika Serikat – US$ 607 miliar
  2. Cina – US$ 84.9 miliar
  3. Prancis – US$ 65.7 miliar
  4. Inggris – US$ 65.3 miliar
  5. Rusia – US$ 58.6 miliar
  6. Jerman – US$ 46.8 miliar
  7. Jepang – US$ 46.3 miliar
  8. Italy – US$ 40.6 miliar
  9. Arab Saudi – 38.2 US$ miliar
  10. India – US$ 30.0 miliar

Sedangkan produsen senjata paling laris di dunia adalah sebagai berikut:

  1. Boeing (Amerika Serikat)- US$ 30.5 miliar
  2. BAE Systems (Inggris) – US$ 29.9 miliar
  3. Lockheed Martin (Amerika Serikat) – US$ 29.4 miliar
  4. Northrop Grumman (Amerika Serikat) – US$ 24.6 miliar
  5. General Dynamics (Amerika Serikat) – US$ 21.5 miliar
  6. Raytheon (Amerika Serikat) – US$ 19.5 miliar
  7. EADS (Eropa Barat) – US$ 13.1 miliar
  8. L-3 Communications (Amerika Serikat) – US$ 11.2 miliar
  9. Finmeccanica (Italia) – US$ 9.9 miliar
  10. Thales (Prancis) – US$ 9.4 miliar

Berita selengkapnya:

Filed under: Luar Negeri, Militer , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,